Masa Depan Saya Nanti Apabila Kuliah Di Bisnis Dan Manajemen

Dalam hidup, ada momen – momen yang terkadang bisa membuat kita bimbang. Contohnya, masuk SMP mana, masuk SMA mana, masuk perguruan tinggi mana, swasta atau negeri, atau lulus SMA langsung bekerja. Itu baru saja melewati satu fase dalam hidup. Dan tentunya masih ada fase – fase lainnya, misalnya menentukan program studi untuk kuliah.

Kenapa bisa bimbang? Karena umumnya ketika baru lulus SMA pasti kita memikirkan masa depan. Ya, pilihan tersebut menentukan masa depan kita.

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata Manajer?

Ganteng, wangi, rapi? Atau Cowok klimis dengan jas mahal, lalu berbicara didepan banyak orang yang duduk memperhatikannya? Atau Bapak – bapak yang memberikan arahan kepada beberapa orang (bawahannya)? Atau kamu punya gambaran lainnya?

Apapun gambaran kamu, jika ditanya “Mau nggak jadi Manajer?”. Pasti tidak akan menolak, kan? Kalau ada yang jawab “nggak,” itu pasti belum selesai jawabannya. Lengkapnya “Nggak nolak!”. Siapa sih yang tidak mau jadi Manajer? Gaji oke dan pekerjaan bergengsi pula.

Oh ya, bukan hanya pria loh yang bisa jadi Manajer, tapi wanita juga bisa. Tapi, ada satu hal yang pasti untuk menjadi seorang Manajer, yaitu harus menguasai ilmu Manajemen. Saya sebagai generasi muda dan saya seorang wanita yang tidak ingin di pandang rendah dan ingin memiliki masa depan yang cerah, saya ingin menguasai ilmu Manajemen dan tentunya saya melanjutkan pendidikan di Universitas Widyatama dengan jurusan Bisnis dan Manajemen.

Jurusan Bisnis dan Manajemen sudah dianggap sebagai salah satu jurusan yang mempunyai masa depan yang cerah. Karena, lulusan Bisnis dan Manajemen itu bisa ditempatkan di area mana saja, mulai dari manajemen perusahaan, keuangan, pemasaran, dll. Sebab bisnis itu mencakup banyak bidang, maka lulusan Bisnis dan Manajemen dianggap mempunyai keahlian yang lebih luas untuk mendukung berkembangnya suatu perusahaan.

Setiap perusahaan tentunya memerlukan seseorang yang memahami dunia Manajemen, dan disitulah letak kekuatan lulusan jurusan manajemen. Selain perusahaan, kita juga bisa menjadi wirausahawan dan jurusan ini akan sangat membantu, karena ilmu manajerial yang didapatkan akan sangat membantu membangun bisnis dan mengembangkannya.

Dan saya lebih tertarik menjadi seorang wirausaha daripada menjadi seorang pekerja. Karena menjadi seorang wirausaha, walaupun bisnis sekecil apapun kita akan menjadi Bos, sedangkan seorang pekerja dia akan tetap menjadi bawahan (karyawan).

Impian saya adalah menjadi seorang wirausahawan yang sukses dibidang kuliner atau Food and Beverages. Alasan saya berbisnis selain karena saat SMK saya mengambil jurusan Jasa Boga atau Tata Boga, tetapi saya juga ingin membuka lapangan pekerjaan bagi pengangguran yang ada di Indonesia yang sekarang jumlahnya sangat besar.

Mengapa jumlah pengangguran di Indonesia sangat besar? Karena, rata – rata yang sedang bersekolah atau kuliah dan yang sudah lulus perguruan tinggi pasti akan berebut pekerjaan dan mindset yang ada pun adalah kuliah dan menjadi sarjana, untuk mengincar pekerjaan dengan jenjang karir yang semakin tinggi akan menjanjikan kesuksesan. Tidak ada yang salah dari penyataan tersebut, tetapi jika setiap sarjana berpikiran seperti itu maka hampir dapat dipastikan setiap tahun Indonesia akan kekurangan lapangan pekerjaan.

Harus diakui, memang tidak mudah untuk menjalankan bisnis, walaupun dimulai dengan bisnis kecil. Tapi justru akan makin ‘salah’ jika kita tidak pernah memulai dan merasakan jatuhnya berbisnis dan kemudian memiliki waktu yang cukup untuk bangkit kembali. Jadi, membangun bisnis itu tidak cukup hanya mimpi, tapi harus bisa memulai dengan benar. Dengan pengetahuan Bisnis dan Manajemen ini lah, akan sangat membantu segala hal yang dibutuhkan dalam membangun bisnis baru dan cara pengembangannya, seperti perekrutan tenaga kerja, UU tenaga kerja, permintaan pasar, marketing, serta keuangan atau accounting. Juga tentang dasar – dasar pengelolaan tim karyawan, menjaga hubungan baik dengan pelanggan, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.

Sebenarnya, mental berwirausaha sudah ditanamkan pada kurikulum pendidikan sekolah, bahkan sebelum jenjang perguruan tinggi. Hanya saja untuk praktik riil di lapangan memang masih belum dapat dilakukan dengan sempurna karena mindset yang ditanamkan tadi masih salah, selain itu biasanya karena terkendala dengan modal.

Oleh karena itu, mulailah merubah mindset tersebut, bahwa pendidikan setinggi mungkin bukan untuk membentuk diri sebagai pekerja, namun justru untuk menciptakan lapangan kerja yang baru.

Kesimpulan

Sebagai generasi muda, yang sedang bersekolah atau kuliah dan yang sudah lulus menjadi sarjana Bisnis dan Manajemen harus mempunyai cara pandang atau mindset baru dan membawa perubahan dalam menghadapi suatu kehidupan, pengaturan keuangan, dasar manajemen hingga rencana bisnis.

Dan ubahlah mindset tentang lulusan sarjana itu bukan dibentuk untuk menjadi pekerja, namun harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang baru.

Dosen Pengampu : D. J. Anderson Butarbutar, S.E., S.Kom., M.M

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s